Tips Menurunkan Minus Mata

10.19 / Diposting oleh novi / komentar (1)

Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya.

Meski menghilangkan minus mata tanpa operasi masih jadi kontroversi, tapi terbukti banyak pengikut Dr Bates yang berhasil menurunkan minusnya.

Panduan menurunkan minus yang dicatat dalam bukunya berjudul 'Better Eyesight Without Glasses', tentu saja bertentangan dengan praktik dokter mata saat ini. Mata minus saat ini hanya bisa turun atau hilang hanya dengan operasi mata seperti lasik.

Dr Bates menemukan teknik ini setelah melakukan percobaan selama bertahun-tahun. Dr Bates mengembangkan latihan untuk meningkatkan kemampuan mata agar bisa melihat normal dan menghilangkan ketegangan yang ada akibat kebiasaan melihat dengan buruk yang menjadi penyebab masalah penglihatan.

Bukunya yang dipublikasikan pada tahun 1920, terus dijual hingga hari ini. Metode Bates tetap bermanfaat dan diikuti oleh ribuan orang di seluruh dunia.

Latihan-latihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa secara alami mata bisa melihat dengan jelas. Setiap orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar untuk melihat secara lebih baik lagi tanpa menggunakan kacamata.

Latihan penglihatan ini bertujuan untuk mendidik mata sehingga bisa mengatur fokus agar lebih efisien atau disebut dengan 'fiksasi sentral'. Otot-otot mata harus dapat bergerak bebas dan membuat penyesuaian kecil yang diperlukan untuk memusatkan obyek yang dilihat.

Mata menjadi tegang karena dalam posisi tetap 'menatap' objek daripada melakukan gerakan konstan. Latihan ini mengajarkan seseorang untuk mengendurkan otot-otot mata dan saraf optik serta menggunakan memori dan imajinasi untuk meningkatkan koordinasi antara mata dan otak.

Latihan ini juga membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Beberapa Metode Bates yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Bersembunyi
Latihan penglihatan ini membantu mata untuk rileks dan beristirahat. Cobalah duduk dengan nyaman di depan meja kemudian taruh beberapa bantal hingga tingginya sejejer mata. Letakkan siku tangan di atas bantal tersebut kemudian tutup mata dengan dua telapak tangan hingga tidak ada cahanya yang masuk. Bernapaslah perlahan, santai dan membayangkan dalam kegelapan. Mulailah melakukan hal ini selama 10 menit sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

2. Menggoyangkan bola mata
Cobalah berdiri dan fokus pada titik yang jauh, lalu goyangkan bola mata dari kiri dan kanan atau sebaliknya sambil berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Berkedip berguna untuk membersihkan dan melumasi mata.

3. Memilih satu warna dalam satu hari
Pilihlah satu warna berbeda tiap hari dan melihat keluar dengan objek warna yang dipilih sepanjang hari. Ketika melihatnya seseorang akan lebih menyadari warna daripada bentuknya.

4. Berjemur
Cobalah untuk melakukan hal ini sekali dalam sehari. Kegiatan ini membutuhkan hari yang cerah atau cahaya lampu yang bagus.

Caranya tutup mata lalu lihat langsung ke matahari melalui mata tertutup. Sambil melihat matahari, perlahan-lahan gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sampai sejauh yang Anda bisa hingga hampir menyentuh pundak. Hal ini membantu membawa lebih banyak sirkulasi darah ke leher. Lakukan hal ini selama 3-5 menit.

5. Menggeser penglihatan
Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menatap layar komputer di depan wajahnya. Cobalah untuk menggeser penglihatan Anda pada tenunan kain di lengan baju, poster di dinding atau pohon di seberang jalan. Hal ini dapat membantu meningkatkan penglihatan periferal dan dapat membantu rabun jauh, rabun dekat dan masalah penglihatan lainnya. Bahkan pada beberapa kasus bisa menghilangkan katarak.

10 Rahasia Sukses Orang-Orang Jepang

09.30 / Diposting oleh novi / komentar (0)

Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2588330

Uji Kekuatan yang mengakibatkan Kematian

09.02 / Diposting oleh novi / komentar (0)

Antara nekat dan bodoh, seorang pria Rusia mengubur dirinya sendiri di kebun milik salah satu rekannya di timur Blagoveshchensk. Tujuannya, untuk mengetes daya tahannya.

Menurut penyelidik, Alexei Lubinsky, pria berusia 35 tahun itu berniat menguji 'kesaktiannya'. Ia lalu meminta salah satu rekannya menguburnya dalam tanah selama semalam.

Dua orang itu lalu mengguli lubang di kebun, lalu memasukkan peti mati yang telah dimodifikasi dan dilengkapi pipa udara. Korban juga membawa serta selimut, sebotol air, dan telepon genggam.

Kepada penyidik, rekan korban mengaku menutup lubang dengan papan dan tanah dengan ketebalan 8 inchi. Ia lalu pulang ke rumah setelah korban menelepon dan mengatakan ia baik-baik saja meski dikubur. Namun, pagi harinya, rakannya itu tewas.

Para penyidik menduga, hujan deras yang mengguyur di malam itu telah memblokir suplai udara ke dalam peti.

"Yang kami tahu, korban adalah programer komputer dan memiliki anak yang masih kecil," kata Lubinsky soal identitas korban, seperti dimuat situs Telegraph. Ditambahkan dia, diduga korban nekat gara-gara terpengaruh artikel soal mengubur diri sendiri di internet.

Untuk diketahui, seolah menjadi trend, para blogger Rusia menuliskan pengalaman-pengalaman mengubur diri sendiri.

Musim panas lalu, seorang penduduk wilayah Vologda meminta seorang rekannya menguburkannya di hutan. Tujuannya, untuk menghilangkan ketakutannya terhadap kematian, juga kiamat. Tapi ia justru mati sungguhan.

Tragedi

07.28 / Diposting oleh novi / komentar (3)

Rabu 4 May 2011 merupakan hari yang ga pengen gw alamin. Hari itu mungkin hari yang ga bagus banget buat gw, gw ga inget sama sekali kejadian yang bikin gw sempet ga sadar ma kejadian yang menimpa gw. Gw jatuh di lantai sampe pala ma kuping berdarah akibat kebentur lantai dan pada saat kejadian gw sama sekali ga inget apa-apa yang menimpa gw. Klo kata pacar gw sempet pingsan dan ga sadar, dan gw langsung di bawa ke dokter karena kuping gw yang berdarah. Dokter thu bilang klo sampe 6 jam gw ga sadar berarti ada kerusakan di otak gw dan untungnya hal itu ga terjadi.
Keesokkan harinya gw ct scan ke RS dan alhamdulillah hasilnya bagus tapi kondisi kuping gw yang masih sakit akibat benturan ga ilang-ilang. Tadinya gw pengen ke THT juga mo mastiin kondisi kuping gw tapi sayangnya THT udah tutup dan hasilnya gw ke THT malem ke tempat yang berbeda. Dokter THTnya bilang klo masih ada darah di kuping gw tapi belum bisa diambil tunggu 1 bulan lagi baru bisa di cek katanya klo diambil saat thu juga takut kuping gw sobek dan hasilnya malah ga bagus. Gw binggung knp thu dokter ga kasih obat sama sekali ke gw apa karena menurut dy kuping gw masih bagus-bagus aja, soalnya dy bilang kuping gw masih ok tapi ga boleh kena air dulu. Semoga aja kejadian ne ga menjadi sesuatu yang buruk dikemudian hari, semoga pas gw balik lagi ke THT kuping gw ga kenapa-kenapa dan masih normal seperti semula.
Kejadian ne kejadian yang sama sekali ga pernah gw bayangin dan gw juga binggung kenapa gw sampe detik ne ga inget kejadian waktu gw jatuh, semoga aja kejadian kaya gini ga menimpa lagi ke gw.

Salah Toko

09.22 / Diposting oleh novi / komentar (0)

Tadi gw ma temen gw mo ke rumah sepupu gw tapi sebelum ke sana kami mo beli DVD RW dulu. Berhentilah kami di salah satu toko, temen gw langsung nanya mbak ada DVD RW si mbak2'a jawab ga ngerti2, temen gw nanya sekali dan si mbak tetep bilang ga ngerti. Gw bingung kenapa ne mbak2 blg ga ngerti sampai akhir'a mas penjaga toko thu bilang waah di sini ga ada DVD RW.
Pas kluar dari toko temen gw liat lagi thu toko dan bilang ke gw ne bukan toko DVD tapi toko gelas, gw langsung liat lagi thu toko dan bener ternyata kami nanya DVD di toko gelas pantes aja si mbak2 bilang ga tau. Gw ma temen gw langsung ketawa dan langsung cabut dari thu tempat karena malu. Lain kali klo pergi malam harus pake kacamata ne biar ga salah masuk toko lagi he..he

Panduan Perlindungan Privasi di Google

07.24 / Diposting oleh novi / komentar (0)

agi pengguna produk Google, ada hal penting yang sebaiknya diketahui terkait privasi. Mengacu pada Privacy Policy milik Google, perusahaan Google ternyata bisa mengumpulkan informasi-informasi pribadi yang digunakan user saat mendaftar untuk akun-akun Google. Informasi ini termasuk nama, alamat email, riwayat situs yang dikunjungi, alamat IP, percakapan di GoogleTalk dan lain-lain.

Akan tetapi bukan lantas Google tidak memberikan opsi untuk user yang ingin menikmati teknologi mereka tanpa khawatir privasinya terganggu. Dalam tiap produknya, user dimungkinkan untuk mengatur settingan privasi mereka masing-masing agar tidak ‘terbaca’. Berikut contohnya..

Gmail
Pengguna layanan email dari Google (Gmail) kemungkinan berada dalam bahaya terkait pengeksposan informasi pribadi yang mereka miliki. Untuk melindungi privasi di akun Google, ikuti langkah-langkah di bawah ini.
1. Log in ke akun Gmail.
2. Klik ‘My Account‘ yang berada di pojok kanan atas layar.
3. Di bawah ‘Profile‘, klik ‘Edit profile‘ di mana akan menggiring Anda ke layar baru. Di sini, kamu bisa menghapus informasi pribadi seperti nama, lokasi, di mana kamu tinggal, dan lain-lain.
4. Di bagian ‘About Me‘, uncheck kotak yang ada di sebelah ‘Display my full name so I can be found in search‘.
5. Cek juga foto profilmu. Google sendiri telah mengeset foto secara default, namun jika kamu mengupload foto pribadi, pertimbangkan untuk menggantinya dengan avatar atau foto lain guna melindungi privasimu.
6. Scroll ke bawah dan di bagian Links hapus semua link yang menghubungkan dengan akunmu. Ingat, link-link ini bersifat publik.
7. Klik di tab ‘Contact info‘ dan hapus semua informasi di sana. Kamu juga bisa memilih siapa-siapa saja yang dapat melihat informasi ini dengan membuat perzonalized group yang ada di bagian bawah halaman.

Google Talk
Google Talk ialah aplikasi komunikasi (chat dan suara) berbasis web yang bisa didownload secara cuma-cuma. Apa yang kamu tulis sebagai chat di Google akan terekam sampai kamu mengklik ‘Go off the record‘. Hal ini penting apalagi saat kamu chatting dengan orang lain melalui desktop chat client, perbincangan yang kalian lakukan bisa tercopy dan tersimpan di sana. Untuk menghindari perekaman di Google Talk atau iGoogle”, caranya:
1. Klik link Options yang ada di bagian bawah jendela chat.
2. Pilih ‘Go off the record‘.
Kamu juga dapat mengubah settingan riwayat chat dengan langkah-langkah:
1. Sign-in di akun Gmail.
2. Klik Options di bagian pojok kanan atas halaman Gmail dan bukalah ‘Settings‘ lalu pilih tab ‘Chat‘.
3. Dari tab ‘Chat‘, pilih ‘Never save chat history‘.
4. Klik ‘Save changes‘.

Google Chrome
Browser yang pertama kali dirilis di tahun 2008 ini banyak diminati pengguna internet karena desainnya yang simple dan performanya yang kencang. Guna lebih melindungi privasimu saat memakai Chrome, manfaatkanlah tool bernama “Keep My Opt-Outs” dari Google. Tool yang bisa diunduh ini akan membantu user untuk mencegah pelacakan iklan dari cookies secara permanen.

Pengguna Google Chrome juga bisa memakai “Incognito Mode” jika user ingin aktivitas browsingnya tidak terekam. Mode ini bisa dijumpai di pojok kanan atas. Saat user mengklik mode ini, maka halaman baru akan terbuka untuk meminta konfirmasi. Selain mencegah perekaman riwayat situs yang dikunjungi, Incognito Mode juga akan menghapus secara otomatis semua cookies dan jejak dari unduhan yang dilakukan user.

Google Apps di Ponsel
Meskipun kamu sudah mengatur settingan privasi onlinemu, namun terkadang settingan ini tidak aktif saat kamu mengakses Google Apps via ponsel. Dengan penemuan sistem operasi Android, sebuah langkah yang penting bagimu untuk memilah-milah informasi apa saja yang sebaiknya kamu lindungi. Satu-satunya cara untuk memastikan privasimu aman ialah dengan mengatur kembali settingan privasi melalui ponsel yang kamu pakai. Ingat, jika kamu memakai aplikasi berbasis GPS seperti Google Latitude atau Google Maps, kamu harus sadar akan risikonya.

Google Buzz
Google merilis Google Buzz untuk bersaing dengan Facebook serta Twitter. Yang harus dicatat, semua postingan di Google Buzz bersifat publik secara default. Google sendiri pada halaman support-nya menyatakan “Profile Google Anda bisa dicari di web dan juga bisa muncul di hasil pencarian Google.com“. Nah, untuk mengubah settingan privasi di Google Buzz, ikuti langkah berikut.
1. Log in di akun Gmail.
2. Klik “Settings” di pojok kanan atas layar.
3. Klik “Buzz” di kotak menu berwarna kuning di tengah halaman.
4. Di bawah “Display following lists“, klik lingkaran yang ada di sebelah tulisan “Do not show these lists on my public Google profile“.

Sumber: kaskus.us

Pemerkosaan Cara Baru

09.24 / Diposting oleh novi / komentar (2)

Semakin rawannya tindak kriminalitas saat ini, kita harus pintar dalam mengetahui modus-modus kriminalitas yang semakin canggih terutama untuk para wanita.
Baru-baru ini terjadi kasus pemerkosaan yang memanfaatkan anak kecil yang meminta tolong untuk diantarkan pulang dengan memberi alamat kepada seorang wanita. Karena merasa kasihan terhadap anak tersebut akhirnya korban mengantarkan anak kecil tersebut ke sebuah alamat yang diberikan. Karena tidak merasa curiga akhirnya anak tersebut dibawa ke alamat yang diberikan. Ketika tiba di alamat tersebut si wanita memencet bel rumah, tiba-tiba dia kaget karena bel tersebut bertegangan tinggi kemudian pingsan. Ketika wanita tersebut bangun, dia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong dan dia tidak pernah melihat wajah orang yang telah memperkosanya.
Himbauan untuk para wanita agar tidak mudah percaya kepada orang lain sekalipun itu anak kecil, jika terjadi masalah tersebut lebih baik membawa anak kecil tersebut ke kantor polisi.